Mantapkan Kualitas Mahasiswa, Prodi BKI Gelar Seminar Nasional
- Diposting Oleh Admin Web Prodi BKPI
- Kamis, 23 Mei 2019
- Dilihat 55 Kali
Maimun. Pamekasan, 14 November 2017 – Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) menggelar Seminar Nasional yang bertemakan “Peran Kesehatan Mental Melalui Pengetahuan Individu Menuju Indonesia Sehat” yang diisi oleh Dr.H.Utomo, M.Kes.,Sp.Kj., ahli psikiater RSUD Kabupaten Sumenep Di Multicenter STAIN Pamekasan. Bertindak sebagai moderator, praktisi konseling di lembaga eviera consulting, ibu Evi Febriani, M.Psi. yang juga berposisi sebagai salah satu dosen di kampus IAIN Madura khususnya pada prodi BKPI ini.
Seminar ini merupakan rangkaian program prodi BKPI melalui Himpunan Mahasiswa (HIMA) Prodi yang dirancang dalam satu tahun kepengurusan. Melalui sambutannya ketua prodi, Muhammad Jamaluddin, M.Pd. menegaskan bahwa seminar ini adalah bagian dari sekian program-program BKPI yang berorientasi pada pembentukan kualitas dan kapasitas mahasiswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan tapi juga mempunyai sense dan kecakapan praktis dalam menekuni bidang bimbingan dan konseling, khususnya pada aspek kesehatan mental, “praktis, semua kegiatan dalam BK memang bertujuan untuk membimbing dan mengarahkan pada kondisi yang lebih baik, makanya pengasahan kemampuan niscaya dilakukan oleh mahasiswa dalam berbagai bentuknya, termasuk melalui seminar semacam ini,” katanya.
Ia melanjutkan bahwa prodi BKPI akan menunjang kebutuhan itu semua sehingga nantinya betul-betul menguasai berbagai kebutuhan riil masyarakat dalam konseling. Bapak yang dibesarkan dalam dunia aktivis pergerakan ini menambahkan bahwa seminar ini menggambarkan pentingnya memahami mental yang sehat untuk menuju masyarakat sehat. Menurutnya ilmu ini adalah ilmu inti dalam BK yang secara massif menjadi kebutuhan masyarakat apalagi dalam dunia yang penuh persaingan, “pada akhirnya ketika mahasiswa kembali ke masyarakat, maka kemampuan ini akan sangat terasa manfaatnya”.
Tidak hanya itu Dr.Utomo selaku pemateri juga memberikan arahan pada hal yang sama tentang pentingnya kesehatan mental bagi masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan, khususnya sebagai konselor, “seorang konselor itu harus memahami sikap setiap individu yang kita bantu kasusnya, kita harus mengerti bagaimana cara menangani siswa yang depresi misalnya”. Menurutnya, depresi sebagai salah satu bentuk kesehatan mental banyak dialami oleh oleh remaja pada umumnya, suatu bentuk angan-angan yang ingin dicapai namun tidak kesampaian.
Ia melanjutkan bahwa dunia pendidikanpun rentan dengan kejadian ini dimana siswa dengan obsesinya yang tinggi serta emosinya yang masih labil seringkali dihadapkan dengan kenyataan yang berbeda dengan apa yang mereka harapkan, sehingga akibatnya mereka mencari pelampiasan yang sebagian sangat berbahaya bagi mereka sendiri dan masyarakat umum.
Acara yang diakomodasi oleh Adifianto sebagai ketua panitia ini sangat kondusif, terbukti mahasiswa terlihat memperhatikan materi yang disampaikan. Adifianto menyatakan bahwa kondusifitas ini terjadi karena mahasiswa menyadari betul pentingnya materi yang bisa menjadi bekal masa depan mahasiswa, “tentu kami niscaya memperhatikan secara seksama karena materi ini mutlak kami kuasai sebagai bekal di masa yang akan datang”. Acara ini kemudian diakhiri oleh pemberian cenderamata oleh ketua program studi BKPI Muhammad Jamaluddin, M.Pd. kepada Dr.Utomo yang dilakukan dihadapan dosen dan ratusan peserta seminar.